BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Sampit masih menjadi pusat utama layanan angkutan laut di Kalimantan Tengah selama Januari 2025.
“Sebanyak 79,22 persen dari total 30.446 penumpang yang datang dan berangkat menggunakan layanan Pelabuhan Kumai, sementara Pelabuhan Sampit melayani sisanya, yaitu 20,78 persen,“ kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 26 Maret 2025.
Tidak hanya mendominasi layanan angkutan penumpang, kedua pelabuhan ini juga menjadi poros utama distribusi arus barang.
“Dari total volume arus barang sebesar 1,83 juta ton, 61,70 persen terpusat di Pelabuhan Sampit. Pelabuhan Kumai menyusul dengan kontribusi sebesar 27,41 persen,“ katanya.
Adapun pelabuhan-pelabuhan lain di wilayah Kalimantan Tengah, meskipun memiliki porsi yang lebih kecil, tetap memainkan peran dalam mendukung aktivitas angkutan laut di provinsi tersebut. Sisa arus barang sebesar 10,89 persen terdistribusi melalui pelabuhan lainnya.
“Dominasi pelabuhan Kumai dan Sampit dalam aktivitas angkutan laut tidak terlepas dari posisi strategis kedua pelabuhan tersebut. Dengan fasilitas yang memadai, pelabuhan ini mampu menunjang kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung perekonomian daerah,“ tuturnya.
Namun, angka tersebut juga menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas di kedua pelabuhan yang perlu diimbangi dengan pengembangan pelabuhan lain. Upaya pemerataan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi distribusi barang maupun penumpang. (TESTI PRISCILLA/H)









