BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Januari 2025 didominasi oleh hasil industri dengan nilai mencapai US$51,95 juta atau setara dengan 90,95 persen dari total ekspor.
"Komoditas unggulan dalam sektor ini meliputi kelompok lemak dan minyak hewani/nabati seperti minyak kelapa sawit, kayu olahan dari kelompok kayu dan barang kayu, serta bungkil dan residu dari kelompok ampas atau sisa industri makanan," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 26 Maret 2025.
Ekspor hasil tambang juga tetap memberikan kontribusi meskipun hanya sebesar 5,58 persen dari total ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah.
Nilai ekspor hasil tambang pada Januari 2025 tercatat sebesar US$3,19 juta, didominasi oleh batu bara dari kelompok bahan bakar mineral. Namun, sebagian besar komoditas tambang diekspor melalui pelabuhan di luar wilayah Kalimantan Tengah
“Terjadi penurunan aktivitas ekspor dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year). Pada Januari 2024, nilai ekspor mencapai US$90,73 juta, sementara pada Januari 2025 hanya sebesar US$57,12 juta, mengalami penurunan sebesar 7,09 persen,” ujar Agnes dalam keterangannya.
Penurunan ini juga tercermin pada nilai kumulatif ekspor untuk periode Januari-Januari 2025 yang lebih rendah sebesar US$4,36 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Agnes mengungkapkan bahwa faktor utama penurunan ini adalah melemahnya aktivitas ekspor pada ketiga sektor utama, yakni industri, tambang, dan pertanian.
Meski demikian, sektor industri tetap menjadi tulang punggung ekspor Kalimantan Tengah dengan dominasi yang kuat dalam struktur ekspor.
Layanan ekspor dari pelabuhan utama seperti Pelabuhan Kumai, Pulang Pisau, dan Sampit turut mengalami tekanan akibat rendahnya permintaan pasar internasional.(TESTI PRISCILLA/R)









