PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Panitia Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang, mengungkapkan optimisme terkait pelaksanaan pembangunan Gereja Maranatha yang direncanakan akan dimulai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada awal April 2025.

Hal ini disampaikan setelah pertemuan panitia pembangunan dengan salah satu pembina mereka, tokoh Kalimantan Tengah, A Teras Narang yang berlangsung penuh arahan dan masukan konstruktif.

Dalam pertemuan tersebut, Teras Narang menekankan pentingnya perencanaan matang dan sinergi antarpanitia untuk memastikan proyek pembangunan gereja berjalan lancar.

"Arahan dan masukan dari beliau sangat membantu kami untuk mempersiapkan segala aspek dengan lebih terorganisir," ujar Rawing Rambang kepada Borneonews pada Rabu, 26 Maret 2025.

Ia juga menambahkan bahwa panitia berkomitmen untuk menjalankan proyek ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Rawing mengungkapkan, target utama panitia adalah menyelesaikan pembangunan Gereja Maranatha pada pertengahan tahun 2026. Gereja ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ibadah dan aktivitas lainnya bagi umat.

"Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh jemaat," tambah Dosen Universitas Kristen Palangka Raya ini.

Panitia juga telah mulai memobilisasi berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek ini. Dukungan dari berbagai pihak, baik secara material maupun moril, menjadi elemen penting yang mendorong kelancaran proses pembangunan. "Sinergi dan dukungan masyarakat sangat kami apresiasi," ungkap Rawing.

Rawing juga menekankan bahwa pembangunan Gereja Maranatha akan menjadi simbol kebersamaan dan dedikasi umat dalam mendukung kegiatan spiritual di Kalimantan Tengah. Ia optimistis bahwa kerja sama yang baik akan membawa hasil yang maksimal. 

Dengan tekad kuat dan arahan dari para pembina seperti Teras Narang, panitia yakin dapat merealisasikan pembangunan gereja ini sesuai harapan jemaat.

Groundbreaking yang direncanakan bulan depan akan menjadi langkah awal yang penting menuju terwujudnya Gereja Maranatha sebagai tempat ibadah yang representatif.(TESTI PRISCILLA/R)