TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Tamiang Layang - Ampah, RT 03 Desa Tampa, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, Rabu, 25 Maret 2025. Dua pelajar tewas dalam insiden tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Barito Timur, Iptu H Akhmad Fauzi, mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula saat mobil Suzuki Sidekick yang dikemudikan Akhmad Busairi (52) hendak berbelok ke kanan menuju halaman Masjid An’nur Tampa setelah menyalakan lampu sein. Di saat yang bersamaan, sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Ahmad Rudi Hartono (16) melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ampah menuju Tamiang Layang.

"Karena jarak terlalu dekat, pengendara motor berusaha menghindari mobil Suzuki Sidekick dengan membanting setang ke kanan, tetapi justru menabrak bagian belakang kiri mobil tersebut. Sepeda motor kemudian terjatuh ke depan mobil Mitsubishi Colt Pickup yang berada di belakangnya," jelas Fauzi.

Akibatnya, Ahmad Rudi Hartono, warga Kampung Baru, Kelurahan Ampah Kota, tewas di tempat karena mengalami benturan keras di kepala dan patah pada paha kiri. Sementara itu, Muhammad Noviyadi (17), warga Kampung Karamah, Kelurahan Ampah Kota, meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Tamiang Layang akibat luka parah di kepala dan wajah.

Sementara itu, pengemudi Suzuki Sidekick, Akhmad Busairi, dan pengemudi Mitsubishi Colt Pickup, Hamdan (55), selamat tanpa mengalami luka.

Fauzi menambahkan, faktor yang diduga menyebabkan kecelakaan antara lain kecepatan tinggi sepeda motor di area turunan, kurangnya antisipasi terhadap kendaraan yang berbelok, serta kondisi jalan yang cukup ramai dengan turunan dekat jembatan.

"Dalam kecelakaan ini, sepeda motor mengalami kerusakan parah di bagian depan, Mitsubishi Colt Pickup mengalami kerusakan di bagian depan, dan Suzuki Sidekick mengalami kerusakan di sisi kiri. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30 juta," katanya.

Kasatlantas Polres Barito Timur, AKP Perdhana Mahardhika, mengimbau pengendara untuk selalu berhati-hati, terutama di jalur turunan dan dekat permukiman. Ia menekankan pentingnya mengontrol kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kecelakaan fatal.

"Kami masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Perkembangan lebih lanjut akan kami informasikan kemudian," ujar Perdhana. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)