SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Lebaran Idulfitri, kebutuhan masyarakat akan sembilan bahan pokok (sembako) meningkat.  Hal ini berdampak pada kenaikan harga beberapa komoditas. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kotim, Fahrujiansyah, memastikan kenaikan harga tersebut masih terkendali dan tidak menyebabkan inflasi yang signifikan.

"Memang ada kenaikan harga untuk beberapa bahan pokok jelang Lebaran ini contoh daging ayam potong, sekarang harganya Rp31ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp28 ribu Naiknya tidak terlalu banyak," katanya, Kamis, 27 Maret 2025.

Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam ras.  Harga telur ayam ras saat ini berada di kisaran Rp57 ribu- Rp58 ribu per kilogram, sebelumnya diharga Rp55 ribu. Ia menjelaskan bahwa telur di Kotim dipasok dari dua sumber, yaitu Jawa dan lokal.

"Kenaikan harga terjadi pada telur asal Jawa, sementara harga telur lokal masih relatif stabil. Karena dari telur dari Jawa itu biaya transportasinya cukup tinggi," ungkapnya. 

Meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, ia memastikan bahwa hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap inflasi di wilayah tersebut.  Pihaknya terus memantau dan melakukan upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat, meskipun permintaan meningkat menjelang Lebaran. 

"Kami terus memantau kebutuhan bahan pokok agar tetap stabil agar kebutuhan masyarakat jelang Lebaran yang kurang beberapa hari ini tetap terpenuhi dengan baik," pungkasnya. (DEVIANA/j)