SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Peternak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi tantangan akibat tingginya harga pakan ternak. Kondisi ini membuat banyak peternak unggas dan perikanan merasa terbebani, terutama dengan adanya dugaan monopoli dalam distribusi pakan.

Ketua DPRD Kotim, Rimbun, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim untuk segera mengambil langkah konkret. Ia menilai perlu adanya distributor baru agar persaingan di pasar pakan ternak lebih sehat dan harga dapat ditekan.

“Dengan adanya monopoli, harga pakan menjadi sangat tinggi dan memberatkan peternak. Pemkab Kotim harus menghadirkan distributor agar harga lebih bersaing,” kata Rimbun, Kamis, 27 Maret 2025.

Selain masalah harga pakan, Rimbun juga menyoroti dampak penyitaan lahan plasma oleh Satgas Pusat Penanganan Kelapa Sawit Ilegal (PKH). Ia menyebut banyak masyarakat kehilangan sumber pendapatan akibat penyitaan tersebut.

“Masyarakat yang lahannya disita kini bingung mencari penghasilan. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, seperti mendukung budidaya ayam dan ikan dengan harga pakan yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Lanjutnya, harga pakan yang tinggi berdampak langsung pada biaya produksi, sehingga keuntungan peternak semakin menipis. Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan banyak peternak akan gulung tikar.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemkab Kotim didorong untuk mengambil kebijakan yang berpihak kepada peternak agar mendapatkan akses pakan dengan harga yang wajar. (DEWI PATMALASARI/j)