BORNEONEWS, Palangka Raya – Banjir kembali melanda Kota Palangka Raya akibat luapan Sungai Kahayan, Sungai Rungan, dan Sungai Sabangau. Berdasarkan data yang disampaikan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, sebanyak 16 dari 30 kelurahan di Kota Palangka Raya terdampak banjir.
Kelurahan-kelurahan yang terendam banjir meliputi Tangkiling, Tumbang Tahai, Marang, Sei Gohong, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Tumbang Rungan, Pahandut Seberang, Pahandut, Tanjung Pinang, Langkai, Danau Tundai, Kalampangan, Kameloh Baru, dan Bereng Bengkel.
Banjir ini disebabkan oleh tingginya curah hujan beberapa hari terakhir yang mengakibatkan sungai-sungai tersebut meluap. Kondisi banjir di berbagai wilayah terdampak menunjukkan adanya penurunan debit air.
"Penurunan debit air bervariasi, berkisar antara 5 hingga 15 sentimeter, meskipun terjadi penurunan, BPBD Palangka Raya tetap siaga dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan," Kamis, 27 Maret 2025.
Tim BPBD Palangka Raya bersama instansi terkait lainnya terus berupaya untuk membantu warga yang terdampak banjir.
Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir susulan. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan dan imbauan dari pihak berwenang serta selalu memantau informasi terkini mengenai perkembangan situasi banjir.
BPBD Palangka Raya akan terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi terkini terkait kondisi banjir di Kota Palangka Raya.
"Masyarakat dapat menghubungi BPBD Palangka Raya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau melaporkan jika membutuhkan bantuan," pungkasnya. (PATHUR/j)









