BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa jumlah penumpang angkutan udara dan laut di Kalimantan Tengah menunjukkan penurunan signifikan pada Januari 2025 dibandingkan Desember 2024.
"Penumpang angkutan udara turun sebesar 11,19 persen, dari 134.167 orang menjadi 119.156 orang. Penurunan serupa terjadi pada angkutan laut yang mencatat penurunan jumlah penumpang sebesar 4,58 persen, dari 31.907 orang menjadi 30.446 orang," kata Agnes pada Kamis, 27 Maret 2025.
Frekuensi penerbangan pada Januari 2025 juga menurutnya mengalami penurunan yang cukup tajam sebesar 15,61 persen, dari 1.377 penerbangan menjadi 1.162 penerbangan.
Sementara itu, katanya, lalu lintas barang menggunakan angkutan udara turun sebesar 6,32 persen, dari 2.626 ton menjadi 2.460 ton. Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya tetap menjadi pusat aktivitas penerbangan dengan 54,05 persen penumpang dan 76,95 persen arus barang terkonsentrasi di sana.
"Aktivitas angkutan laut juga tidak lepas dari tren penurunan. Frekuensi kunjungan kapal di pelabuhan Kalimantan Tengah turun sebesar 0,67 persen, dari 749 kunjungan menjadi 744 kunjungan. Penurunan jumlah penumpang angkutan laut disertai dengan penurunan arus barang sebesar 11,68 persen, dari 2,07 juta ton menjadi 1,83 juta ton," katanya.
Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Sampit masih menjadi andalan untuk aktivitas angkutan laut di Kalimantan Tengah. Sebanyak 79,22 persen dari total penumpang dilayani oleh Pelabuhan Kumai, sementara 61,70 persen dari total arus barang terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit. Tren ini mengindikasikan pentingnya kedua pelabuhan ini dalam mendukung transportasi di wilayah tersebut.
"Penurunan ini menjadi perhatian mengingat pentingnya jasa transportasi untuk mendukung mobilitas penduduk dan distribusi barang. Faktor-faktor seperti musim, kebijakan transportasi, atau kondisi pasar kemungkinan memengaruhi tren ini. Perlu langkah strategis untuk mengatasi penurunan ini agar aktivitas ekonomi tetap terjaga," jelasnya.
Diperlukan kerjasama dari seluruh pihak terkait untuk kembali meningkatkan kinerja jasa transportasi, baik udara maupun laut, di Kalimantan Tengah. Dengan begitu, diharapkan penurunan yang terjadi pada awal tahun ini dapat segera teratasi di bulan-bulan mendatang. (TESTI PRISCILLA/j)









