BORNEONEWS, Kasongan - Kapolres Katingan, AKBP Chandra Ismawanto mengingatkan kepada pemudik yang melintasi ruas Jalan Trans Kalimantan di wilayah tersebut.
Pasalnya, rata-rata ruas jalan tersebut tidak begitu lebar alias sempit, dan kurangnya penerangan pada malam hari sehingga membahayakan pengguna jalan termasuk pemudik.
Hal ini dikatakan Kapolres Katingan, AKBP Chandra Ismawanto saat acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar pihak Pemerintah Kabupaten Katingan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di pendopo rumah jabatan bupati, Rabu petang, 26 Maret 2025.
"Hari ini operasi Ketupat Telabang dalam rangka pengamanan Idul Fitri dimulai meski gelar pasukannya sudah dilaksanakan beberapa hari lalu," katanya.
Kapolres menuturkan, pihaknya membangun dua buah pos, yakni pos pengamanan di Kasongan dan pos pelayanan di Kereng Pangi.
Pihaknya menurunkan puluhan personelnya dalam operasi ketupat yang berlangsung 26 Maret 2025 hingga 8 Arpil 2025 itu.
"Selain personel Polri, operasi ketupat dalam rangka pengamanan Idul Fitri ini juga dilibatkan personel TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan," ujarnya.
Kapolres mengimbau kepada para pemudik yang melintasi ruas jalan di wilayah hukumnya agar senantiasa waspada.
Sebab sebagian ruas Jalan Tjilik Riwut atau Jalan Trans Kalimantan sempit dan gelap di malam hari.
"Sehingga tidak heran kalau selama ini tidak sedikit kasus terjadinya lakalantas, meski sebagian besar jalannya lurus terutama arah Kasongan - Palangkaraya, karena jalannya sempit dan gelap kalau malam hari," ungkapnya.
Selain itu ruas jalan arah Kasongan - Kereng Pangi juga patut diwaspadai pemudik. Pasalnya, jalan sepanjang 15 kilometer ini banyak tikungan tajam, dan tidak sedikit pula belas tambalan sehingga dapat mengganggu kenyamanan pengendara. (ABDUL GOFUR/j)









