PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Januari 2025, nilai impor Kalimantan Tengah mencapai US$4,18 juta, meningkat sebesar 34,84 persen dibandingkan Desember 2024 yang tercatat sebesar US$3,10 juta.

"Volume impor juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 29,95 persen, dari 7,28 ribu ton pada bulan sebelumnya menjadi 9,46 ribu ton pada Januari 2025," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Kamis, 27 Maret 2025.

Agnes mengungkapkan bahwa kenaikan nilai impor di wilayah ini terutama dipicu oleh lonjakan impor kelompok non-migas. Nilai impor kelompok non-migas naik drastis dari US$0,66 juta pada Desember 2024 menjadi US$2,06 juta pada Januari 2025.

"Sementara itu, impor kelompok migas justru mengalami penurunan, dari US$2,44 juta pada Desember 2024 menjadi US$2,12 juta pada Januari 2025," katanya.

Kelompok industri pengolahan menjadi kontributor utama peningkatan nilai dan volume impor non-migas di Kalimantan Tengah. Agnes menambahkan, lonjakan ini didorong oleh meningkatnya impor pada komoditas pupuk, yang memiliki peran signifikan dalam total nilai impor.

“Kelompok pupuk menjadi penyumbang terbesar kenaikan impor pada bulan ini,” kata Agnes Widiastuti.

Selain itu, perubahan pola impor juga menjadi indikator penting dalam memahami kebutuhan ekonomi daerah. Menurut data BPS, peningkatan nilai impor menunjukkan aktivitas industri pengolahan di Kalimantan Tengah semakin meningkat, yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan sektor ekonomi lokal.

Meskipun terjadi peningkatan pada kelompok non-migas, penurunan pada impor kelompok migas menunjukkan adanya penyesuaian dalam kebutuhan energi. Data ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan impor dengan kebutuhan strategis lainnya. (TESTI PRISCILLA/j)