SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) di Sampit, yang biasanya menjadi pusat perbelanjaan ramai di bulan Ramadan, tahun ini justru terlihat lesu.  Suasana yang biasanya dipenuhi keramaian pembeli menjelang Lebaran, kini jauh berbeda.

"Biasanya, di minggu-minggu ini penjualan meningkat drastis. Sekarang, pembeli lebih banyak yang hanya melihat-lihat daripada membeli," ujar, seorang pedagang pakaian wanita di lantai 2 Pasar PPM, Vina, Kamis, 27 Maret 2025.

Ia mengungkapkan kekecewaannya. Sepinya peminat ini diduga karena menjamurnya toko-toko baju di luar pasar dan meningkatnya tren belanja online. Selain itu Faktor masyarakat yang mudik lebih awal juga turut ia sebut sebagai penyebabnya. 

"Sekalipun kita menawarkan model baju terbaru seperti Gamis Plisket Premium, Gamis Vest Korean Style, dan Gamis Brokat, tetap sepi peminat," ucapnya. 

Hal senada disampaikan Anwar, pedagang pakaian pria yang sudah berjualan di PPM selama lebih dari 10 tahun. Ia mengungkapkan biasanya pasar dipadati pengunjung di minggu terakahir jelang Lebaran. 

--page

"Biasanya, di minggu terakhir Ramadan pasar sangat ramai. Sekarang masih sepi, meskipun ada kenaikan sedikit sekitar 10-15 persen dibanding hari biasa," ungkapnya.

Ia membandingkan situasi saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana sepanjang Ramadan penjualan terus meningkat. "Kalau dulu, sebulanan itu ramai yang belanja baju. Sekarang seminggu dekat Lebaran saja masih sepi," ucapnya. (DEVIANA/Y)