BORNEONEWS, Palangka Raya - Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Palangka Raya berlangsung khidmat dengan diawali prosesi Melasti.
Upacara sakral ini diselenggarakan di Sungai Kahayan, tepat di bawah Tugu Soekarno, dan diiringi doa serta arak-arakan pratima atau benda-benda sakral dari Pura Pitamaha.
"Melasti bertujuan menyucikan diri dan alam semesta sebagai persiapan menuju Hari Raya Nyepi," ungkap Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kalimantan Tengah, I Wayan Suaka, Kamis, 27 Maret 2025.
Dirinya juga menyampaikan bahwa tema Nyepi tahun ini adalah "Madawasewa, Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045." Tema ini bermakna bahwa melayani sesama sama dengan melayani Tuhan.
Ia juga menjelaskan bahwa perayaan Nyepi tahun ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, yakni :
1. Melasti (26 Maret 2025) – Ritual penyucian di Sungai Kahayan.
2. Tawur Agung (28 Maret 2025) – Upacara untuk menjaga keseimbangan alam.
3. Hari Raya Nyepi (29 Maret 2025) – Pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yaitu:
Amati Geni (tidak menyalakan api atau lampu)
Amati Karya (tidak bekerja)
Amati Lelungan (tidak bepergian)
Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang)
4. Ngembak Geni (30 Maret 2025) – Persembahyangan di pura dan tradisi saling memaafkan.
"Rangkaian perayaan ini mencerminkan nilai spiritualitas yang mendalam serta komitmen umat Hindu di Kalimantan Tengah dalam menjaga harmoni sosial dan kelestarian budaya," pungkasnya. (MARINI/H)









