PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya peningkatan nilai impor di wilayah ini pada Januari 2025. Menurut Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, komoditas utama impor berupa aspal dari kelompok bahan bakar mineral mencatatkan nilai tertinggi, mencapai US$2,12 juta.

“Selain aspal, ada beberapa golongan barang lain yang turut menyumbang angka impor Kalimantan Tengah,“ kata Agnes pada Jumat, 28 Maret 2025.

Agnes menjelaskan, pupuk berada pada urutan kedua dengan nilai sebesar US$1,42 juta, diikuti oleh kelompok mesin atau pesawat mekanik berupa ketel uap dan ketel lainnya senilai US$0,34 juta.

“Barang lain yang diimpor meliputi mesin dan peralatan listrik berupa pembangkit listrik sebesar US$0,26 juta serta bahan kimia organik berupa asam sitrat sebesar US$0,04 juta,“ katanya lagi.

Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa total nilai impor Kalimantan Tengah pada Januari 2025 mencapai US$4,18 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar US$1,08 juta atau naik 34,84 persen dibandingkan dengan Desember 2024.

"Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan signifikan pada kelompok pupuk sebesar US$0,76 juta," ujar Agnes.

Namun, tidak semua kelompok barang mencatatkan kenaikan. Kepala BPS menyebutkan adanya penurunan nilai impor terbesar pada kelompok bahan bakar mineral sebesar US$0,32 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Meski begitu, komoditas ini tetap menjadi penyumbang utama nilai impor di Kalimantan Tengah.

Secara keseluruhan, peningkatan nilai impor di bulan Januari 2025 mencerminkan kebutuhan akan barang-barang penting bagi pembangunan dan industri lokal.

"Data ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang mendukung pengelolaan perdagangan dan pengembangan ekonomi di Kalimantan Tengah," tambah Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)