PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan impor utama wilayah ini pada Januari 2025 berasal dari lima negara, dengan Singapura menjadi negara pemasok terbesar. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa impor dari Singapura mencapai nilai tertinggi sebesar US$2,12 juta, diikuti oleh Federasi Rusia US$0,75 juta, Laos US$0,67 juta, Malaysia US$0,60 juta, dan Brazil sebesar US$0,04 juta.

Menurut Agnes, komoditas impor utama dari Singapura berupa aspal, sedangkan dari Federasi Rusia dan Laos didominasi pupuk.

"Malaysia menjadi pemasok peralatan pembangkit listrik, ketel uap, dan ketel lainnya, sementara Brazil memasok asam sitrat," ujar Agnes dalam keterangannya pada Jumat, 28 Maret 2025.

Jika dibandingkan dengan Desember 2024, nilai impor Kalimantan Tengah pada Januari 2025 menunjukkan peningkatan signifikan sebesar US$1,08 juta atau naik 34,84 persen.

"Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan nilai impor dari Rusia, Malaysia, Laos, dan Brazil," jelas Agnes.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan Januari 2024, tren impor menunjukkan penurunan drastis.

"Total nilai impor pada Januari 2025 tercatat hanya US$4,18 juta, turun sebesar US$8,11 juta atau sebesar 65,99 persen dari nilai impor tahun lalu yang mencapai US$12,29 juta," terangnya. (TESTI PRISCILLA/j)