PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aktivitas bongkar muat komoditas impor Kalimantan Tengah dari negara mitra dagang tercatat melalui beberapa pelabuhan utama di provinsi tersebut selama Januari 2025. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa pelabuhan-pelabuhan tersebut termasuk Pelabuhan Sampit, Pulang Pisau, dan Kumai. Nilai bongkar muat di Pelabuhan Sampit tercatat sebesar US$6,49 juta, Pulang Pisau US$2,17 juta, dan Kumai US$0,80 juta.

"Dibandingkan bulan sebelumnya, aktivitas bongkar muatan impor di Pelabuhan Sampit mengalami penurunan nilai sebesar US$0,33 juta atau turun 10,65 persen," kata Agnes pada Jumat, 28 Maret 2025.

Namun, berbeda dengan Sampit, katanya, aktivitas bongkar muat impor di Pelabuhan Pulang Pisau dan Kumai meningkat masing-masing sebesar US$1,03 juta dan US$0,38 juta dibandingkan Desember 2024.

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi penurunan aktivitas bongkar muat impor secara signifikan di beberapa pelabuhan di Kalimantan Tengah," terang Agnes.

Total penurunan mencapai US$8,11 juta atau 65,99 persen. Penurunan terbesar terjadi di Pelabuhan Pulang Pisau yang mencatat penurunan sebesar US$7,11 juta atau turun 87,35 persen.

Penurunan ini mencerminkan dinamika perdagangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tren permintaan dan kondisi pasar global. Agnes Widiastuti mengungkapkan bahwa pelabuhan-pelabuhan ini memiliki peranan penting dalam mendukung kegiatan perdagangan luar negeri di Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, Kepala BPS Kalimantan Tengah menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing pelabuhan-pelabuhan tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat bersinergi dengan para pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan volume perdagangan melalui pelabuhan-pelabuhan lokal. (TESTI PRISCILLA/j)