PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Neraca perdagangan internasional Provinsi Kalimantan Tengah pada Januari 2025 tetap mencatatkan surplus. Meskipun demikian, Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa nilai surplus tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Surplus perdagangan luar negeri pada Januari 2025 tercatat sebesar US$293,22 juta," kata Agnes pada Jumat, 28 Maret 2025.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 29,19 persen dibandingkan Desember 2024 yang mencapai US$414,12 juta. Penurunan ini, menurut Agnes, menjadi bagian dari fluktuasi ekonomi yang dipengaruhi oleh dinamika perdagangan global.

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai surplus perdagangan juga mengalami penurunan," tutur Agnes lagi.

Pada Januari 2024, surplus tercatat sebesar US$380,21 juta, sementara pada Januari 2025 turun menjadi US$293,22 juta atau menyusut sebesar 22,88 persen. Kendati demikian, neraca perdagangan Kalimantan Tengah tetap dalam kondisi positif.

Agnes menambahkan, meskipun terjadi penurunan, Kalimantan Tengah tetap menunjukkan daya saing di pasar internasional.

"Hal ini ditunjukkan melalui komoditas-komoditas utama yang tetap diminati di pasar ekspor, seperti batu bara dan minyak kelapa sawit. Komoditas-komoditas ini terus berkontribusi pada perekonomian daerah," terangnya. (TESTI PRISCILLA/j)