PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery menyebut pengembangan ekonomi lokal melalui komoditas buah naga memiliki potensi besar untuk menjaga ketahanan pangan daerah. 

"Budidaya buah naga menambah variasi komoditas lokal, mengurangi ketergantungan pada produk impor, dan memperkuat pasokan pangan daerah. Buah naga juga memiliki nilai gizi tinggi, termasuk vitamin C, serat, dan antioksidan, yang mendukung kesehatan masyarakat," katanya, Jumat, 28 Maret 2025.

Dengan mendorong budidaya buah naga, Palangka Raya dapat menghasilkan pasokan yang stabil sepanjang tahun. Ini membantu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan menjaga ketersediaan pangan, terutama di masa krisis atau gangguan distribusi.

Sehingga, kata Khemal petani buah naga mendapat peluang meningkatkan pendapatan melalui penjualan hasil panen, produk olahan (seperti sirup atau jus), dan agrowisata berbasis perkebunan. Dengan ekonomi yang kuat, masyarakat dapat mengakses pangan yang cukup dan berkualitas.

"Kami berharap ada dukungan Pemerintah daerah memfasilitasi akses pasar yang lebih luas, termasuk program kemitraan dengan koperasi dan UMKM, sehingga produksi buah naga tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga berpotensi diekspor ke daerah lain," harapnya.

Ia menilai pengembangan buah naga di Palangka Raya bukan hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. (MARINI/R)