PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perayaan Nyepi di Palangka Raya tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Paguyuban Hindu Jawi turut memeriahkan pawai ogoh-ogoh dengan menghadirkan dua gunungan khas budaya Jawa. 

Partisipasi ini menambah kekayaan budaya dalam perayaan tersebut, mencerminkan semangat inklusivitas dan toleransi antarbudaya di Kalteng.

Gunungan, melambangkan alam semesta dan keseimbangan kosmis. Kehadiran gunungan dalam pawai ogoh-ogoh ini

menunjukkan akulturasi budaya yang harmonis antara tradisi Hindu Bali dan Jawa, serta memperkaya makna spiritual dari perayaan Nyepi itu sendiri.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kalteng I Wayan Suata, menyambut baik inisiatif ini. 

Ia menekankan bahwa, kolaborasi antarbudaya seperti ini dapat memperkuat nilai-nilai toleransi persatuan ditengah keberagaman di Palangka Raya.

"Antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pawai ogoh-ogoh dengan tambahan gunungan dari Paguyuban Hindu Jawi ini mencerminkan dukungan terhadap upaya pelestarian dan pengenalan berbagai tradisi budaya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pemurnian diri menjelang Nyepi, tetapi juga sebagai ajang edukasi dan promosi kekayaan budaya yang beragam," terangnya, Sabtu, 28 Maret 2025. (MARINI/H)