SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menargetkan rekonstruksi Jalan Lingkar Selatan Sampit selesai pada tahun 2026. Saat ini, dari total panjang jalan 7,3 kilometer, masih tersisa 1,7 kilometer yang belum diperbaiki.

"Tahun ini belum bisa selesai karena keterbatasan anggaran. Namun, tahun depan Insya Allah rampung agar arus barang dan orang semakin lancar, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah," kata Agustiar, Sabtu, 29 Maret 2025.

Lanjutnya, untuk merampungkan proyek ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp30 miliar. Namun, tahun ini dana yang tersedia hanya sekitar Rp3 miliar, sehingga penyelesaian jalan belum dapat tuntas dalam waktu dekat.

Jalan Lingkar Selatan Sampit memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Kabupaten Kotawaringin Timur. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mempercepat penyelesaian proyek ini guna meningkatkan konektivitas dan daya saing ekonomi daerah.

Sebelumnya diberitakan, impian masyarakat untuk menikmati Jalan Lingkar Selatan Sampit yang beraspal mulus harus pupus. Pasalnya, anggaran sebesar Rp30 miliar yang sebelumnya telah disiapkan untuk proyek tersebut terpangkas akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Shalahuddin, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya hanya bisa menganggarkan pemeliharaan melalui APBD Provinsi.

"Semua daerah di Kalteng mengalami efisiensi anggaran. Untuk Lingkar Selatan Sampit, dari anggaran awal Rp30 miliar, kini hanya tersisa Rp3,5 miliar. Itu pun hanya untuk pemeliharaan jalan dengan agregat sepanjang 1,7 km," kata Shalahuddin. (DEWI PATMALASARI/J)