SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu.  

Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit Gusti Muchlis mengungkapkan, penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

"Untuk arus mudik tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun kemarin karena masa mudik pendek cuma H-10 sampai H+10 sementara tahun kemarin H-15 sampai H+15. Jadi satu bulan sekarang hanya 20 hari," jelasnya, Sabtu, 29 Maret 2025.

Lebih lanjut, Gusti menjelaskan bahwa perhitungan arus mudik didasarkan pada periode waktu, bukan jumlah penumpang. Ia menambahkan,  penurunan jumlah pemudik juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. 

Hasil pantauan mereka, pemudik ini lebih awal pulangnya karena keterbatasan armada dan kapasitas maksimal semua. 

"Kita menghitung masa angkutan lebaran bukan jumlah penumpang berapa banyak, kita menghitung dari H-10 bukan dari awal Ramadan," tegasnya.

Ia menyebutkan tahun ini ada 7.756 orang yang diangkut dari Pelabuhan Sampit untuk tujuan Tanjung Emas dan Tanjung Perak. Sedangkan jumlah orang yang turun ke Pelabuhan Sampit sebanyak 1.671 orang. 

"Hari ini keberangkatan terakhir melayani arus mudik dari Pelabuhan Sampit yaitu KM Ferry VI milik Dharma Lautan Utama.  Kapal tersebut mengangkut 446 pemudik menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," sebutnya. (DEVIANA/j)