SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Sampit mencatat total pergerakan penumpang sebanyak 9.427 orang. Angka ini mencakup 7.756 pemudik yang berangkat dan 1.671 penumpang yang tiba di pelabuhan tersebut.

"Sebanyak 7.756 orang penumpang turun 1.671 jadi semua ini dilayani oleh 9 call kapal baik itu dari PT Pelni maupun Dharma Lautan Utama rute Surabaya dan Semarang. Sehingga total pergerakan penumpang naik dan turun 9.427 orang," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, Sabtu, 29 Maret 2025.

Lanjutnya, hari ini merupakan keberangkatan kapal terakhir jelang Lebaran 2025 dengan KM Dharma Ferry VI tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Hari ini merupakan puncak keberangkatan penumpang dari Pelabuhan Sampit, sekaligus keberangkatan kapal terakhir untuk arus mudik tahun ini. Sebanyak 446 penumpang berangkat dengan KM Dharma Ferry 6," ujarnya. 

Lanjutnya, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pemudik di Pelabuhan Sampit mengalami penurunan sekitar 10 persen. Hal ini disebabkan oleh masa mudik yang lebih pendek, yaitu dari H-10 hingga H+10, sementara tahun lalu berlangsung dari H-15 hingga H+15. Sebab data pergerakan penumpang dihitung mulai saat posko arus mudik berdiri.

Menurut Gusti Muchlis, tren pemudik yang pulang lebih awal juga berkontribusi terhadap penurunan jumlah penumpang.

"Kami melihat ada kecenderungan pemudik pulang lebih awal. Selain itu, ada beberapa calon penumpang yang tidak terangkut karena kapasitas kapal sudah maksimal. Kami menyarankan mereka menggunakan pelabuhan alternatif, seperti Pelabuhan Kumai," tambahnya.

Meski jumlah pemudik menurun, KSOP memastikan pelayanan berjalan lancar tanpa kendala signifikan. Dengan berakhirnya keberangkatan kapal terakhir, fokus kini beralih pada persiapan arus balik setelah Lebaran. (DEWI PATMALASARI/j)