BORNEONEWS, Palangka Raya - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengeluarkan enam imbauan penting bagi masyarakat muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025.
Imbauan yang tertuang dalam surat edaran nomor 003/DP-MUI-Kalteng/III/2025, dikeluarkan pada Jumat, 28 Maret 2025, dan ditujukan kepada seluruh umat Islam di Kalteng, organisasi masyarakat Islam, yayasan, pondok pesantren, takmir masjid, serta panitia Hari Besar Islam (PHBI).
Ketua MUI Kalteng, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa imbauan ini bertujuan untuk mengoptimalkan momentum Idul Fitri sebagai ajang peningkatan ketakwaan dan kepedulian sosial.
MUI mengajak umat Islam untuk mengisi akhir Ramadhan dengan ibadah seperti membaca Al-Quran, berzikir, berdoa, dan menunaikan zakat.
"Selain itu, masyarakat diimbau untuk merayakan Idul Fitri dengan sederhana, menjaga akhlak mulia, dan menghormati umat beragama lain," katanya, Minggu, 30 Maret 2025.
MUI juga menekankan pentingnya menunaikan zakat fitrah sebelum Salat Id dan berbagi dengan kaum dhuafa. Hal ini bertujuan agar kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Masyarakat juga diimbau untuk merayakan Idul Fitri dengan tertib dan menghindari konvoi atau pesta berlebihan yang dapat mengganggu kenyamanan umum.
Dalam imbauannya, MUI Kalteng juga mengajak umat Islam untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah. Hal ini penting untuk menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Toleransi dan saling menghormati antar umat beragama menjadi kunci terciptanya suasana yang harmonis.
Berikut enam poin imbauan MUI Kalteng, 1. Mengisi Idul Fitri dengan amal kebaikan, 2. Merayakan Idul Fitri dengan kesederhanaan dan ketakwaan, 3. Memperbanyak silaturahmi dan saling memaafkan, 4. Menunaikan zakat dan berbagi dengan sesama, 5. Menjaga keamanan dan ketertiban dalam perayaan, dan 6. Menjaga persatuan dan kerukunan.
"MUI Kalteng berharap agar imbauan ini dapat dipedomani oleh seluruh masyarakat muslim di Kalimantan Tengah, sehingga Idul Fitri 1446 H dapat dirayakan dengan khidmat, penuh makna, dan memperkuat persatuan serta kerukunan umat," pungkasnya. (PATHUR/j)









