PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan pentingnya menjaga budaya dan tradisi.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menekankan keragaman suku, budaya, tradisi, agama, dan kepercayaan sudah sepatutnya dihargai sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.

"Seperti halnya pawai Ogoh-Ogoh yang merupakan tradisi luhur umat Hindu," kata Kasatpol PP Kalteng Baru I Sangkai, saat mewakili gubernur melepas pawai ogoh ogoh baru baru ini.

Ogoh-Ogoh merupakan simbol dari sifat angkara murka, kesombongan, serta perilaku buruk yang ada pada diri manusia.

Semua itu kemudian diwujudkan dalam bentuk patung besar untuk diarak keliling Desa kemudian dibakar, dengan maksud agar perilaku buruk dan negatif yang ada pada diri manusia, akan ikut terbakar habis bersama patung tersebut.

Ia berharap tradisi tersebut dapat dimaknai lebih dalam, agar bisa berusaha menjadi manusia yang baik dan menjauhi hal yang buruk.

Sehingga kehidupan lebih damai dan dipenuhi kebahagiaan guna menyongsong Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/ 2025 Masehi.

"Mari kita dukung dan sukseskan berbagai program pemerintah, baik itu program dari pusat maupun daerah, guna mewujudkan Kalimantan Tengah Berkah, Kalimantan Tengah maju, sejahtera, rukun dan damai," tukasnya. (HERMAWAN DP/R)