BORNEONEWS, Palangka Raya - Pawai Ogoh-ogoh bukan sekedar pawai patung raksasa yang dibuat dari bahan daur ulang yang diarak.
Pawai Ogoh-Ogoh juga bukan hanya sekedar tradisi untuk menyambut datangnya Nyepi, ada makna mendalam yang terkandung didalamnya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalteng, I Wayan Suata menyampaikan, pawai ini juga sebagai simbolisasi kemurnian diri dari lingkungan unsur-unsur negatif.
"Dengan mengarak Ogoh-Ogoh dan memusnahkan Ogoh-Ogoh, kita berharap kekuatan-kekuatan negatif yang ada di diri kita dan di sekitar kita ikut terkikis lenyap," tuturnya, baru baru ini.
Dia berharap Ogoh-Ogoh ini dapat diteruskan menjadi simbol keharmonisan antara manusia, alam dan mengabdi kepada Tuhan, dan dapat membangkitkan semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Sebagai informasi, patung ogoh-ogoh biasanya dibuat dari rangka bambu dan dilapisi kertas, yang melambangkan roh-roh jahat yang nantinya akan diarak keliling desa oleh sekelompok pria sebagai bagian dari prosesi menjelang Nyepi.
Pawai ogoh-ogoh ini bertujuan untuk membersihkan alam semesta dari kejahatan dan kekacauan, serta menyambut tahun yang baru dengan keadaan batin yang suci.
Di akhir pawai, ogoh-ogoh dimusnahkan dalam upacara Tawur Kesanga, di mana mereka dibakar sebagai lambang penyucian. (HERMAWAN DP/R)









