BORNEONEWS, Sampit - Anggaran pembangunan Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terpangkas dari Rp50 miliar menjadi Rp5 miliar akibat kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat.
"Anggarannya (Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu) dari Rp50 miliar jadi Rp5 miliar," kata Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin, Minggu, 30 Maret 2025.
Hal tersebut juga sempat ia sampaikan saat mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau arus mudik di Kabupaten Kotawaringin (Kotim).
Awalnya, Pemprov Kalteng telah merencanakan untuk menggelontorkan anggaran Rp50 miliar untuk mengerjakan 6-7 km ruas jalan penghubung 2 kabupaten tersebut.
Namun rencana tersebut pupus setelah terjadi efisiensi anggaran. Sehingga anggaran Rp5 miliar tersebut diperkirakan hanya mampu mengerjakan maksimal 2 km dari total panjan jalan Cempaka Mulia Kampung Melayu 125 km.
Shalahuddin menegaskan, pemangkasan anggaran terjadi untuk seluruh proyek infrastruktur di Kalteng sehingga pembangunan akan kembali disusun bertahap.
"Semua efisiensi se-Kalteng. Jalan Lingkar Selatan di Sampit (juga efisiensi) dari Rp30 miliar jadi Rp3,5 miliar hanya pemeliharaan saja, agregat 1,7 km. Efisiensi dari pusat, sehingga pembangunan bertahap lagi," tandasnya.
Sebelumnya, jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu yang semula berstatus jalan kabupaten telah diambil alih provinsi pada November 2024.
Jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kotim menuju perbatasan Kabupaten Katingan di Kampung Melayu.
Di wilayah Kotim, jalan tersebut menghubungkan 3 Kecamatan yaitu Cempaga, Seranau dan Pulau Hanaut. Namun saat ini jalan tersebut baru fungsional dari Cempaga hingga Desa Terantang, Kecamatan Seranau. (DEWI PATMALASARI/R)









