PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pawai Ogoh-Ogoh digelar di Pura Pitamaha Palangka Raya dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025 M.

Kasatpol PP Kalimantan Tengah Baru I Sangkai mewakili Gubernur Kalteng melepas jalannya pawai dengan mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya acara.

"Ogoh-Ogoh merupakan simbol dari sifat angkara murka, kesombongan, serta perilaku buruk yang ada pada diri manusia," tutur Baru.

Perilaku buruk tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk patung besar untuk diarak keliling desa kemudian dibakar.

Pembakaran patung memiliki makna agar perilaku buruk dan negatif yang ada pada diri manusia tersebut akan ikut terbakar habis bersama patung tersebut.

Ia berharap tradisi ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk berusaha menjadi manusia yang lebih baik dan menjauhi sifat-sifat buruk.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalteng I Wayan Suata menekankan bahwa pawai Ogoh-Ogoh bukan sekadar tradisi, tetapi juga sebagai simbolisasi kemurnian diri dari unsur-unsur negatif di lingkungan sekitar.

"Dengan mengarak Ogoh-Ogoh dan memusnahkan Ogoh-Ogoh, kita berharap kekuatan-kekuatan negatif yang ada di diri kita dan di sekitar kita ikut terkikis lenyap," pungkasnya. (HERMAWAN DP/r)