BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mendorong pemerintah kota (Pemko) setempat agar memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan usaha madu, baik madu lebah hutan maupun madu kelulut.
Hal ini katanya, sebagai salah satu bentuk dukungan yang dinilai penting adalah penyelenggaraan pelatihan bagi para pelaku usahanya.
Menurut Sri Ani, potensi usaha madu di Palangka Raya cukup menjanjikan, namun masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai, baik dalam hal budidaya, pengolahan, maupun pemasaran produk.
“Pelatihan sangat diperlukan agar pelaku usaha madu tidak hanya mengandalkan cara-cara tradisional, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas dan daya saing produknya,” ujar Sri Ani, Jumat, 4 April 2025.
Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan yang tepat, para pelaku usaha dapat meningkatkan produksi, menjaga standar higienis, serta mampu mengakses pasar yang lebih luas, termasuk ke pasar digital dan ekspor.
"Saya berharap Pemko melalui dinas terkait dapat bersinergi dengan lembaga pelatihan, akademisi, maupun praktisi untuk mendampingi para peternak dan pelaku usaha madu di Kota Palangka Raya," harapnya. (MARINI/H)









