BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan pengerukan Sungai Hantipan guna memperlancar arus transportasi air antara Sampit dan Katingan.
Hal ini menyusul kondisi sungai yang kerap dangkal saat musim kemarau, sehingga membahayakan aktivitas angkutan sungai, terutama saat arus mudik dan balik meningkat.
Plt. Kepala Dishub Kotim, Rody Kamislam menyampaikan Sungai Hantipan yang membelah wilayah Kotim dan Katingan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Kami sudah berdiskusi dengan anggota DPRD Dapil Kotim-Seruyan dan mengusulkan pengerukan ke Dinas PUPR Kalteng. Saat kemarau, kedalaman sungai sangat berkurang dan berbahaya bagi lalu lintas sungai," kata Rody, Jumat, 4 April 2025.
Hal tersebut juga sempat ia sampaikan dalam rapat koordinasi jelang lebaran beberapa waktu lalu.
Selain pengerukan, Dishub juga terus meningkatkan aspek keselamatan transportasi sungai. Sejak musim libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya telah mengeluarkan imbauan keselamatan kepada operator angkutan sungai untuk menghindari risiko kecelakaan.
Dishub juga mengusulkan anggaran pemasangan rambu-rambu dan lampu navigasi dalam Rencana Anggaran 2026 kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
"Masyarakat dari Kotim hingga Katingan sangat bergantung pada jalur ini. Per harinya, bisa ada sekitar 50 taksi sungai yang melintas. Jika tidak segera dilakukan pengerukan atau pelebaran, tentu sangat mengkhawatirkan," ujar Rody.
Dengan semakin tingginya intensitas lalu lintas sungai, terutama saat momentum mudik dan balik, perbaikan infrastruktur perairan seperti Sungai Hantipan menjadi sangat penting.
Dishub berharap Pemerintah Provinsi segera menindaklanjuti usulan ini agar aktivitas transportasi air masyarakat tetap aman dan lancar.
Rabu, 2 Maret 2025 terjadi kemacetan transportasi sungai di Sungai Hantipan. Puluhan perahu motor atau yang kerap disebut kelotok terjebak macet karena kepadatan lalu lintas sungai. Selain itu, pergerakan perahu juga dipengaruhi pasang surut air. (DEWI PATMALASARI/R)









