PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau SDM dalam sektor perkebunan kelapa sawit. Salah satu langkah strategis adalah program beasiswa yang menargetkan peningkatan jumlah penerima dari 3.000 orang pada tahun 2024 menjadi 4.000 orang di tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan pendidikan bagi generasi muda yang berkecimpung di bidang ini.

"Program beasiswa ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma hingga sarjana," kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman dalam rilisnya pada Sabtu, 5 April 2025.

Saat ini, sebanyak 24 lembaga pendidikan di Indonesia telah memenuhi kriteria sebagai penyelenggara program beasiswa. Lembaga pendidikan tersebut tersebar di berbagai provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat.

"Selain itu, BPDP juga tengah melakukan seleksi calon lembaga pendidikan untuk tahun 2025. Hal ini bertujuan agar jumlah institusi yang berpartisipasi dalam program beasiswa dapat terus bertambah. Dengan demikian, peluang pendidikan bagi generasi muda di sektor perkebunan kelapa sawit akan semakin terbuka luas," katanya.

Program beasiswa ini menyediakan berbagai fasilitas, termasuk pembiayaan pendidikan penuh, uang saku, uang buku, sertifikat kompetensi, transportasi pulang-pergi, magang di perkebunan besar, hingga biaya wisuda. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja kompeten yang mampu mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
Eddy Abdurrachman mengungkapkan bahwa program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit menargetkan 27 ribu peserta di tahun 2025.

--page

"Dari jumlah tersebut, 4.000 orang akan menjadi penerima beasiswa, sedangkan sisanya mengikuti pelatihan di sektor kelapa sawit dan perkebunan lainnya. BPDP juga aktif mendukung penelitian untuk meningkatkan efisiensi produksi, keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan produk berbasis sawit," terangnya.

Sejak dimulai pada tahun 2016, program beasiswa BPDP telah memberikan manfaat bagi lebih dari 9.000 penerima, dengan 3.400 orang telah lulus dari berbagai program pendidikan. Upaya ini menegaskan peran penting BPDP dalam mendukung perkembangan SDM di sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia. (TESTI PRISCILLA/y)