SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah mengingatkan masyarakat, khususnya pekerja perkebunan kelapa sawit, agar tidak menggunakan mobil bak terbuka saat arus balik Lebaran 2025.

“Kita harus tegas kepada siapa pun dalam hal arus balik ini nantinya, supaya karyawan perusahaan jangan sampai diangkut dengan truk ataupun pikap dari Pelabuhan Sampit ke kebun,” kata Juliansyah, Sabtu, 5 April 2025

Saat ini, masih ada oknum perusahaan yang tidak memperhatikan keselamatan karyawan dengan menyediakan angkutan yang tidak manusiawi. Ia menekankan agar perusahaan minimal menggunakan bus atau travel yang layak dan aman.

"Kita punya catatan buruk dalam sejarah angkutan buruh sektor perkebunan. Mobil bak terbuka bukan peruntukannya untuk mengangkut manusia, melainkan untuk barang,” ujarnya.

Juliansyah menegaskan, apabila masih ditemukan perusahaan yang mengangkut karyawan dengan truk bak terbuka di jalan umum maupun jalan perusahaan, maka layak untuk ditindak tegas.

“Ini menyangkut keselamatan nyawa penumpang. Maka dari itu, dari awal kami sudah mengingatkan agar tidak ada yang coba-coba,” tambahnya. 

Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini, mengingat seluruh aktivitas perkantoran, swasta, sekolah, dan kampus akan kembali normal pada hari Senin. Oleh karena itu, ia mengimbau agar pengamanan dan pengawasan terhadap arus balik tetap diperketat, sebagaimana saat arus mudik berlangsung.

“Semoga arus balik ini berjalan sukses dan aman seperti arus mudik sebelumnya,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)