PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk segera melakukan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar pada Selasa, 8 April 2025.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan kelangkaan barang pasca libur Lebaran.

Siti menekankan pentingnya memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya.

Pemantauan yang dilakukan TPID diharapkan dapat mencegah terjadinya lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

TPID diminta untuk melakukan pemantauan di berbagai pasar tradisional dan modern di seluruh wilayah Kalteng. Komoditas yang menjadi fokus pemantauan meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, daging, dan cabai.

Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar bagi TPID dalam mengambil langkah-langkah pengendalian inflasi. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang signifikan atau kelangkaan barang, TPID diharapkan segera mengambil tindakan untuk mengatasinya.

"Tindakan yang dapat dilakukan antara lain koordinasi dengan distributor, pengawasan distribusi, dan operasi pasar murah," ungkapnya, Minggu, 6 April 2025.

DPRD Kalteng berharap TPID dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, pelaku usaha, dan distributor, untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok.

"Kerja sama yang erat diharapkan dapat mencegah dampak negatif inflasi terhadap daya beli masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/R)