SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Zainudin mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah selatan dan bantaran Sungai Mentaya untuk mengurangi aktivitas di sungai guna menghindari potensi serangan buaya.

Menurut Zainudin, aktivitas seperti mandi, berwudhu, dan mencuci di sungai terutama pada waktu subuh dan malam hari berisiko tinggi terhadap serangan buaya.

"Kami mengingatkan kembali masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas di sungai, apalagi kita tahu buaya kini tidak hanya berada di Sungai Mentaya, tapi juga telah menyebar ke anak-anak sungai seperti Sungai Sapihan, Handil Sohor, Parebok, Seranggas, dan wilayah sebeang," ujar Zainudin, Senin, 7 April 2025.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berwudhu langsung ke sungai saat waktu salat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh. Karena sudah banyak kejadian serangan buaya yang telah memakan korban, baik yang mengalami luka-luka maupun meninggal dunia.

Zainudin menduga meningkatnya serangan buaya disebabkan oleh berkurangnya sumber makanan alami di habitatnya, sehingga predator tersebut mulai menyerang manusia.

"Kami minta masyarakat lebih berhati-hati dan menjaga diri. Gunakan alternatif lain untuk mandi atau berwudhu seperti menggunakan ember atau mesin pompa air. Jika masyarakat tidak mengindahkan imbauan ini, dikhawatirkan akan terus muncul korban," katanya.

Zainudin juga mendorong pihak terkait untuk memberikan edukasi dan solusi nyata bagi warga bantaran sungai, termasuk pembangunan fasilitas air bersih agar masyarakat tidak bergantung pada sungai sebagai sumber utama aktivitas harian.

Sebelumnya seorang warga bernama Sani (35) dilaporkan hilang setelah mendapat serangan buaya saat sedang mandi di Sungai Mentaya, Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut pada Jumat, 4 April 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.

Pencarian korban sempat terkendala cuaca dan kondisi sungai yang keruh. Setelah lebih dari 24 jam korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu, 5 Maret 2025 sekitar pukul 14.20 WIB. (DEWI PATMALASARI/R)