BORNEONEWS, Sampit – Maraknya musibah kebakaran rumah yang terjadi di Kotawaringin Timur dalam beberapa minggu terakhir menjadi perhatian serius bagi Anggota DPRD Kotim Wahito Fajriannor.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
"Saya mengingatkan masyarakat agar selalu mengecek potensi penyebab kebakaran seperti kompor yang masih menyala dan alat elektronik yang masih terhubung ke listrik. Hal kecil seperti ini sering diabaikan, padahal dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran," ujar Wahito, Senin, 7 April 2025.
Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya empat peristiwa kebakaran selama libur Lebaran 2025 di sejumlah wilayah Kotim.
Kejadian pertama terjadi saat malam takbiran, 30 Maret 2025 di Desa Lampuyang Kecil, Kecamatan Teluk Sampit. Sebuah rumah kayu ukuran 5 x 8 meter ludes terbakar.
Kebakaran kedua terjadi pada 2 April 2025 di Desa Parebok, di mana rumah semi permanen milik warga habis dilalap api. Di hari yang sama, sekitar pukul 12.00 WIB, kebakaran juga terjadi di Gang Dadakan, Desa Bagendang Hulu, diduga akibat korsleting listrik.
Insiden terakhir dan terbesar terjadi pada Sabtu, 5 April 2025 di Jalan Hasan Mansyur, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Kebakaran hebat ini menghanguskan rumah dan gudang milik warga, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Wahito berharap masyarakat tidak mengabaikan hal-hal kecil yang berpotensi besar menjadi bencana. Ia juga mengajak warga untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
"Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa para korban. Semoga mereka diberi kesabaran dan ketabahan, serta menjadi pelajaran berharga bagi kita semua agar lebih waspada ke depannya," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/R)









