SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Hingga akhir saat ini operasional pabrik pakan ternak yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum juga dimulai.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Sepnita, menyebutkan bahwa seharusnya pabrik tersebut sudah menjalani running test pada Desember 2024 lalu, namun tertunda karena adanya beberapa perbaikan teknis.

"Pabrik pakan ternak di Parenggean seharusnya sudah running test pada Desember kemarin. Tapi karena ada beberapa perbaikan yang belum pas, operasionalnya jadi mundur," kata Sepnita, Senin, 7 April 2025.

Hingga saat ini belum ada kejelasan resmi dari pihak provinsi terkait waktu pasti dimulainya operasional pabrik pakan ternak.

"Pabrik pakan ternak itu proyek dari provinsi, bukan dari kabupaten. Jadi kami juga masih menunggu informasi resmi kapan operasionalnya bisa dimulai," jelasnya.

Sehingga sementara operasional pabrik masih belum dimulai, hasil panen jagung dari para petani lokal saat ini diserap sepenuhnya oleh Bulog.

"Karena pabrik pakan belum berjalan, pihak Bulog sementara ini yang menyerap produksi jagung petani yang sudah panen," ujarnya.

Keberadaan pabrik pakan ternak di Parenggean diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi sektor peternakan dan pertanian di Kotim, khususnya dalam penyerapan jagung lokal sebagai bahan baku utama. (DEWI PATMALASARI/R)