BORNEONEWS, Palangka Raya – Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata memprediksi cuaca di Kalimantan Tengah selama sepekan ke depan (7-13 April 2025) akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.
Namun, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah provinsi tersebut. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 32°C, dengan kelembaban udara antara 60 persen hingga 100 persen.
Angin umumnya bertiup dari arah utara hingga barat laut dengan kecepatan 5-15 kilometer per jam, Tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan Tengah diprediksi relatif rendah, berkisar antara 0.5 hingga 1.25 meter.
"Meskipun demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah," katanya, Senin, 7 April 2025.
Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat, namun dengan durasi yang relatif singkat.
Hujan lokal ini juga berpotensi disertai petir, kilat, angin kencang, bahkan angin puting beliung. Kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi sangat penting.
Antisipasi terhadap dampak bencana yang mungkin terjadi juga perlu dilakukan. Genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang merupakan beberapa risiko yang perlu diwaspadai.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Perlu diperhatikan pula potensi pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat memicu hujan sedang hingga lebat.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan angin kencang dan meningkatkan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir diimbau untuk lebih waspada.
Renianata menghimbau masyarakat Kalimantan Tengah untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sepanjang pekan ini.
"Pemantauan informasi cuaca terkini melalui media resmi sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian dan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan," pungkasnya. (PATHUR/R)









