BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat inflasi di empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen atau IHK di Kalimantan Tengah mencatatkan tekanan signifikan pada bulan Maret 2025. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa faktor utama yang mendorong inflasi adalah kenaikan tarif listrik, harga cabai rawit, dan bawang merah. Ketiga komoditas ini berkontribusi besar terhadap laju inflasi di wilayah tersebut.
Agnes menuturkan bahwa kenaikan tarif listrik prabayar kembali ke harga normal setelah sebelumnya mendapatkan diskon selama dua bulan dari pemerintah.
"Kenaikan ini otomatis memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi bulanan di Maret," ujar Agnes yang menyampaikan berita resmi statistik didampingi Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko pada Selasa, 8 April 2025.
Selain itu, ia menggarisbawahi bahwa konsumsi masyarakat juga melonjak selama Ramadhan, mendorong kenaikan harga bahan pokok.
"Fenomena pasar Ramadan, yang berlangsung sepanjang bulan, mengakibatkan permintaan komoditas bahan makanan melonjak tajam. Cabai rawit dan bawang merah termasuk bumbu dapur yang mencatatkan lonjakan harga paling signifikan," terang Agnes.
--page
Menurut Agnes, permintaan tinggi ini terjadi karena banyak pedagang musiman yang menjual makanan berbuka puasa.
"Pasokan yang terbatas tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan, sehingga harga otomatis meningkat," jelasnya.
Bawang merah menjadi sorotan lain dalam inflasi Maret. Kenaikan harga bawang merah terjadi akibat menurunnya stok dari sentra produksi di Jawa. Faktor utama penurunan stok ini adalah tingginya curah hujan, yang berdampak pada berkurangnya hasil panen. Kondisi ini memicu kelangkaan pasokan bawang merah di pasar lokal.
"Selain bahan pokok, harga emas perhiasan juga tercatat mengalami kenaikan. Faktor global seperti terus meningkatnya harga emas dunia ditambah dengan tingginya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi pendorong utama. Masyarakat cenderung membeli perhiasan emas untuk kebutuhan tradisional dan sosial selama periode tersebut," katanya.
Dengan berbagai tekanan ini, inflasi pada bulan Maret 2025 memberikan gambaran tentang tantangan ekonomi di Kalimantan Tengah, khususnya dalam mengelola keseimbangan antara permintaan dan pasokan komoditas utama.
"Penting bagi kita untuk terus memantau dinamika harga agar tetap terkendali," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)









