BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengajak masyarakat di daerah setempat untuk melestarikan adat istiadat serta budaya di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi saat ini. Hal itu diungkapkan saat acara penyambutan kunjungan kerjanya ke Desa Tamiang, Kecamatan Bulik.
“Adat dan budaya harus terus kita lestarikan dalam menghadapi perubahan budaya karena modernisasi di tengah perkembangan teknologi,” ucap Rizky pada Selasa, 8 April 2025.
Di Kabupaten Lamandau yang mayoritas didiami Suku Dayak Tomun, banyak adat istiadat dan budaya yang memiliki ciri khas tersendiri. Diantaranya, penyambutan tamu kehormatan dengan ritual Nota Garung Pantan maupun ritual Babukung dan banyak lagi tradisi leluhur yang sangat layak untuk dilestarikan.
Berbagai ritual yang masih tetap dilaksanakan itu, kata dia, merupakan acara yang pada prinsipnya menggali, mengembangkan, dan melestarikan, kebudayaan dan adat istiadat di Kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba.
“Ritual, adat istiadat dan budaya tersebut merupakan warisan para leluhur. Menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya peninggalan nenek moyang menjadi tugas kita bersama untuk mewariskan kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ia menilai, saat ini suku Dayak Tomun yang ada di Kabupaten Lamandau sudah maju seiring dengan berkembangnya zaman, namun adat dan budaya harus tetap dilestarikan.
“Banyak adat istiadat dan budaya kita yang unik dan belum tergali. Itu merupakan harta warisan leluhur yang harus kita lestarikan,” tandasnya. (din/j)
Lestarikan Adat dan Budaya Lamandau Hadapi Modernisasi
Bagikan:

NANGA BULIK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







