BORNEONEWS, Sampit – Penyelenggaraan angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 H di Pelabuhan Sampit berjalan lancar dan tertib.
Junior Manager Pelayanan Terminal Pelindo Regional 3 Sampit, Tri Purbo Waluyojati mengungkapkan meski terjadi penurunan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya, namun kualitas pelayanan jauh lebih baik dan tertib.
"Walaupun dari jumlah penumpang terjadi penurunan, tapi dari sisi kualitas kami nilai semakin baik. Jauh lebih tertib," ujar Tri, Selasa, 8 April 2025.
Masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung selama 20 hari, terhitung mulai 21 Maret hingga 8 April 2025 (H-10 sampai H+10 Lebaran). Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 30 hari (H-15 sampai H+15 Lebaran).
Selama periode arus mudik H-10 sampai H-2 Lebaran, Posko Terpadu Angkutan Penumpang Lebaran mencatat sebanyak 7.756 penumpang diberangkatkan dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Sebanyak 1.671 penumpang tercatat turun di Pelabuhan Sampit.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pelindo sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, mengedepankan keamanan dan kenyamanan penumpang, meskipun dengan keterbatasan sarana yang ada.
"Semua itu tentu mempertimbangkan faktor keselamatan dan kenyamanan penumpang. Kami dari Pelindo berupaya terus meningkatkan pelayanan dalam hal sarana di pelabuhan," tambah Tri.
Ia juga mengakui potensi penumpang mudik Lebaran di Sampit cukup tinggi, namun tetap disesuaikan dengan ketersediaan armada dan kapasitas kapal.
"Ini arus balik Lebaran terus berlanjut. Selasa sore, KM Leuser tiba dari Semarang dan menurunkan 1.215 penumpang di Pelabuhan Sampit, " tutupnya. (DEVIANA/R)









