BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengungkapkan bahwa kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 4,32 persen pada Maret 2025.
"Penurunan ini terjadi akibat penurunan indeks dari 101,16 pada Maret 2024 menjadi 96,79 pada Maret 2025," kata Agnes menyampaikan berita resmi statistik pada Selasa, 8 April 2025.
Subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang utama deflasi y-on-y pada kelompok tersebut, dengan angka mencapai 10,51 persen.
"Sebaliknya, inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada subkelompok sewa dan kontrak rumah dengan peningkatan sebesar 0,57 persen. Kelompok ini secara keseluruhan memberikan andil terhadap deflasi y-on-y sebesar 0,60 persen," kata Agnes lagi.
Komoditas utama yang memberikan kontribusi terhadap deflasi y-on-y meliputi tarif listrik, yang menyumbang sebesar 0,61 persen, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen.
Sementara itu, komoditas seperti sewa rumah dan tarif air minum PAM justru memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,01 persen.
Agnes juga menjelaskan meskipun terjadi deflasi y-on-y, kelompok ini mencatat inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 1,33 persen pada Maret 2025.
"Inflasi m-to-m ini terutama didorong oleh kenaikan tarif listrik yang memberikan kontribusi sebesar 1,30 persen serta kenaikan harga bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen," terangnya.
Fenomena deflasi ini mencerminkan penurunan harga pada komoditas tertentu, terutama listrik dan bahan bakar rumah tangga, yang menjadi dampak dari efisiensi penggunaan dan kebijakan tarif yang lebih terjangkau. Namun, inflasi m-to-m menunjukkan adanya peningkatan harga pada bulan berjalan yang perlu diantisipasi.
Agnes menutup penjelasannya dengan menyatakan pentingnya memahami tren harga ini untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan harga guna memberikan laporan yang akurat kepada masyarakat dan pemerintah daerah. (TESTI PRISCILLA/R)









