BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah mencatat deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,13 persen pada Maret 2025 dengan penurunan indeks dari 99,79 pada Maret 2024 menjadi 99,66 pada periode yang sama tahun berikutnya.
"Penurunan ini terutama disebabkan oleh subkelompok peralatan informasi dan komunikasi yang mengalami deflasi sebesar 0,99 persen y-on-y," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti menyampaikan berita resmi statistik pada Selasa, 8 April 2025.
Sementara itu, lanjutnya, subkelompok lainnya, yakni layanan informasi dan komunikasi serta layanan keuangan, menunjukkan stabilitas tanpa perubahan indeks yang signifikan.
"Pada Maret 2025, kelompok ini memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,01 persen," terang Agnes lagi.
Salah satu komoditas yang paling berkontribusi terhadap deflasi adalah telepon seluler, yang memberikan andil sebesar 0,01 persen. Perubahan harga telepon seluler menjadi faktor utama yang memengaruhi tren ini.
"Namun demikian, dalam perbandingan month-to-month atau m-to-m, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi. Kondisi ini mencerminkan pergerakan harga yang cenderung stabil pada bulan tersebut," jelas Agnes.
Deflasi yang terjadi dapat menjadi indikator tren penurunan harga di sektor tertentu, khususnya peralatan informasi dan komunikasi. Hal ini bisa memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi juga dapat menjadi tantangan bagi pelaku usaha di sektor terkait.
"Dengan data yang ada, pemerintah diharapkan terus memantau dan mengelola dinamika harga, memastikan keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha demi stabilitas ekonomi di Kalimantan Tengah," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









