BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menghindari aktivitas di sungai, khususnya pada waktu-waktu tertentu, guna mencegah serangan buaya yang akhir-akhir ini kembali terjadi.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan kita juga membuat surat edaran melalui Camat agar masyarakat waspada beraktivitas di waktu tertentu di sungai, karena ada waktunya buaya agresif mencari makan," kata Halikinnor, Rabu, 9 April 2025.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden tragis yang menimpa seorang warga bernama Sani (35), yang diterkam buaya saat mandi di Sungai Mentaya, Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, pada Jumat, 4 April 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia keesokan harinya, Sabtu, 5 April 2025, sekitar pukul 14.20 WIB, setelah upaya pencarian yang sempat terkendala cuaca dan kondisi sungai yang keruh.
"Saya ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa warga kita. Saya berharap keluarganya tabah menerima cobaan ini," ujarnya.
Menurutnya, buaya bisa memangsa apapun yang berada di air, terlebih saat habitat mereka terganggu. "Saat ini populasi buaya semakin banyak dan berpotensi menyerang karena habitatnya yang makin menyempit," tambahnya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Pemerintah Kabupaten Kotim melalui pihak kecamatan akan memperluas sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait waktu tertentu seperti saat subuh dan malam hari.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko serangan buaya yang belakangan kembali terjadi. (DEWI PATMALASARI/H)









