BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Maret 2025 yang juga merupakan bulan Ramadan tahun 2025, kelompok pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah mencatatkan inflasi year-on-year atau tahunan sebesar 2,23 persen.
"Indeks kelompok ini meningkat dari 104,12 pada Maret 2024 menjadi 106,44 pada Maret 2025, menunjukkan adanya kenaikan yang signifikan. Data ini mencerminkan dinamika harga dalam sektor pendidikan yang berpengaruh terhadap keseluruhan inflasi di provinsi tersebut," kata Agnes pada Rabu, 9 April 2025.
Subkelompok pendidikan 'lainnya' mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 5,11 persen, sementara subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini menunjukkan kenaikan paling rendah dengan inflasi sebesar 0,83 persen. Kondisi ini mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam perubahan harga berdasarkan jenjang pendidikan.
"Kelompok pendidikan memberikan kontribusi terhadap inflasi y-on-y sebesar 0,08 persen pada Maret 2025. Meskipun demikian, kelompok ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m di bulan yang sama," katanya.
Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan dalam kelompok pendidikan meliputi sekolah menengah pertama, akademi atau perguruan tinggi, dan bimbingan belajar, masing-masing menyumbang 0,02 persen.
--page
"Selain itu, taman kanak-kanak dan sekolah menengah atas juga berkontribusi masing-masing sebesar 0,01 persen," tambah Agnes.
Kenaikan indeks harga pada kelompok pendidikan di Kalimantan Tengah menjadi perhatian khusus, terutama dalam jenjang pendidikan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi. Data ini menjadi cerminan penting bagi para pembuat kebijakan dalam memantau perkembangan sektor pendidikan sebagai bagian dari ekonomi lokal. (TESTI PRISCILLA/Y)









