BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Warga Desa Sandul, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan digegerkan dengan penemuan potongan tangan yang mengapung di sungai, Rabu pagi, 9 April 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.
Penemuan ini terjadi tepatnya di sungai dekat jamban milik warga bernama A. Ayadin, RT 002 RW 001 Desa Sandul. Potongan tangan tersebut pertama kali ditemukan Azizah T. Husna (14), seorang pelajar kelas 6 SD, sepulang dari sekolah.
“Saya lihat seperti tangan telungkup di air dekat jamban, saya langsung panggil teman-teman,” ujar Azizah.
Setelah melihat lebih dekat, Azizah bersama teman-temannya menggunakan sebilah kayu untuk menggeser dan mengangkat potongan tersebut ke atas jamban guna memastikan bentuknya. Warga yang mengetahui kejadian ini pun segera melaporkannya ke Polsubsektor Batu Ampar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Polsek Seruyan Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian (TKP), memasang garis polisi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim medis dari Puskesmas Sandul.
--page
Kapolres Seruyan AKBP Hans Itta P melalui Kapolsek Seruyan Tengah AKP Nanang Mauludi membenarkan kejadian tersebut.
“Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi benda yang diduga tangan manusia di TKP bersama tim dokter Puskesmas Sandul. Selanjutnya dilakukan Visum Et Revertum di UPTD Puskesmas,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan petugas medis, menunjukkan fakta mengejutkan bahwa potongan tangan tersebut bukan bagian tubuh manusia.
“Jadi berdasarkan hasil visum yang telah dilakukan, potongan tangan tersebut bukan tangan manusia melainkan tangan binatang atau hewan,” tegas AKP Nanang Mauludi. (FAHRUL/Y)









