PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S Dohong, mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan Harga Pembelian Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp 6.500 per kilogram.

Kenaikan ini dianggap sebagai upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kalteng.

Data menunjukkan peningkatan harga GKP secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, harga GKP berada di angka Rp 4.200 per kilogram, meningkat menjadi Rp 5.000 pada tahun 2022, Rp 6.000 pada tahun 2023, dan mencapai Rp 6.500 pada tahun 2024.

Arton menjelaskan bahwa kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini bertujuan untuk melindungi petani dan menjaga stabilitas harga beras.

"Kenaikan harga GKP saya harapkan memberikan dampak positif bagi petani yang selama ini mengharapkan harga jual yang lebih tinggi," Kamis, 10 April 2025.

Selain kenaikan harga GKP, Arton juga menyoroti program prioritas penanaman padi di Desa Pantik, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Program ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung percepatan swasembada beras nasional dan kesejahteraan petani di Kalteng.

Arton baru-baru ini mengikuti panen raya di Desa Pantik dan menyatakan hasil produksinya sangat memuaskan. Keberhasilan ini, menurutnya, merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dengan adanya kenaikan harga GKP dan program penanaman padi, Arton optimistis kesejahteraan petani di Kalteng akan terus meningkat.

"Saya berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus ditingkatkan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Kalteng," pungkasnya. (PATHUR/H)