BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi pada pertengahan tahun 2025.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus.
“Kita perlu mulai bersiap sejak dini. Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2025. Ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Tantawi, Kamis 10 April 2025.
Ia menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi terkait dalam upaya mitigasi bencana, termasuk peningkatan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Musim kemarau bukan hanya soal cuaca panas, tapi juga berisiko tinggi terhadap bencana seperti karhutla dan krisis air bersih. Kita harus antisipatif,” tambahnya.
--page
Tantawi juga mendorong agar masyarakat dan pemerintah daerah bersama-sama menjaga lingkungan dan sumber daya air untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup panjang tahun ini.
Sebagai legislator, ia menyatakan siap mendorong kebijakan dan anggaran yang berpihak pada upaya pencegahan serta penanganan dampak musim kemarau, khususnya di wilayah rawan bencana di Kota Palangka Raya. (MARINI/Y)









