BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi dampak musim kemarau terhadap sektor pangan di wilayah setempat.
Ia meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, segera mengambil langkah konkret untuk menjaga ketahanan pangan dan mencegah penurunan produksi.
“Musim kemarau berpotensi memengaruhi sektor pertanian, terutama lahan-lahan pertanian yang mengandalkan curah hujan. Pemerintah kota harus punya langkah strategis agar ketahanan pangan tetap terjaga,” kata Sumadi, Kamis 10 April 2025.
Menurutnya, jika tidak diantisipasi sejak dini, kemarau panjang bisa menyebabkan gagal panen, menurunnya produktivitas pertanian, serta berimbas pada naiknya harga bahan pokok. Hal ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Ia mendorong agar Pemko Palangka Raya melalui dinas teknis segera melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan memberikan bantuan, seperti penyediaan sarana irigasi, sumur bor, serta dukungan pupuk dan bibit tahan kekeringan kepada petani.
--page
“Langkah-langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan masyarakat tidak terdampak secara langsung akibat menurunnya produksi,” ujar Sumadi.
Selain itu, ia juga mengusulkan adanya edukasi dan pelatihan bagi petani terkait teknik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim, agar sektor pertanian Palangka Raya semakin tangguh menghadapi musim kemarau. (MARINI/Y)









