BORNEONEWS, Palangka Raya - Tanaman perkebunan rakyat terus menjadi subsektor unggulan di Kalimantan Tengah, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Indeks Nilai Tukar Petani atau NTP subsektor ini mencatat kenaikan sebesar 0,20 persen pada Maret 2025, dari 163,90 pada Februari 2025 menjadi 164,22. Kenaikan tersebut memberikan optimisme bagi petani, mencerminkan peningkatan kesejahteraan mereka.
Peningkatan NTP pada Maret 2025 dipicu oleh kenaikan indeks yang diterima petani atau It sebesar 1,57 persen. Indeks ini mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks yang dibayar atau Ib petani, yang hanya sebesar 1,37 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendapatan petani lebih besar daripada pengeluaran mereka, memberikan dorongan positif bagi subsektor perkebunan rakyat.
"Faktor utama kenaikan It adalah peningkatan harga hasil produksi utama tanaman perkebunan rakyat, yaitu kelapa sawit dan karet," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Jumat, 11 April 2025.
Harga kelapa sawit melonjak akibat ketatnya pasokan CPO di dalam negeri, yang didorong oleh rencana pemerintah untuk meningkatkan campuran biodiesel. Hal ini menunjukkan dampak kebijakan energi terhadap sektor pertanian.
Sementara itu, kenaikan harga karet dipengaruhi oleh penurunan produksi karet secara global. Cuaca yang tidak menentu dan banjir yang intens di negara penghasil karet utama menjadi penyebab utama turunnya pasokan.
"Kondisi ini menciptakan peluang bagi petani karet di Kalimantan Tengah untuk memperoleh pendapatan lebih tinggi," bebernya.
Kenaikan indeks yang dibayar petani atau Ib sebesar 1,37 persen disebabkan oleh peningkatan pada dua komponen penyusunnya. Indeks kelompok KRT naik sebesar 1,61 persen, sementara indeks kelompok BPPBM mengalami kenaikan kecil sebesar 0,02 persen. Meskipun kenaikan Ib, keseimbangan masih mendukung kenaikan NTP subsektor ini.
"Dengan kenaikan NTP ini, tanaman perkebunan rakyat semakin mengukuhkan posisinya sebagai subsektor andalan Kalimantan Tengah. Peningkatan kesejahteraan petani menjadi bukti bahwa subsektor ini mampu menjawab tantangan global dan lokal dengan memberikan kontribusi positif pada ekonomi daerah," terangnya. (TESTI PRISCILLA/j)









