BORNEONEWS, Palangka Raya - Kondisi jalan lingkar selatan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik.
Politisi tersebut menilai infrastruktur jalan yang menghubungkan sejumlah kawasan vital tersebut dalam kondisi rusak parah dan belum mendapat penanganan serius dari pemerintah provinsi.
Sutik mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan jalan tersebut. Dari total kebutuhan Rp 30 miliar, hanya Rp 3 miliar yang dianggarkan. Anggaran tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memperbaiki kerusakan jalan secara menyeluruh.
Kerusakan jalan lingkar selatan Sampit tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah yang melintasi jalur tersebut setiap hari. Jalan ini merupakan akses vital untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam kota.
"Jika jalan tersebut tidak segera diperbaiki, truk-truk besar akan tetap menggunakan jalan dalam kota, yang berisiko tinggi bagi keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan tindakan segera," katanya Jumat, 11 April 2025.
Sutik mempertanyakan komitmen Pemprov Kalteng dalam menata infrastruktur dasar, khususnya di wilayah strategis seperti Kotawaringin Timur.
Ia mempertanyakan skala prioritas pembangunan infrastruktur, dan mendesak Pemprov Kalteng untuk segera mengalokasikan anggaran yang memadai untuk perbaikan jalan lingkar selatan Sampit.
Sutik berharap Pemprov Kalteng segera mengambil langkah konkrit untuk memperbaiki jalan tersebut demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
"Saya menekankan pentingnya keselamatan rakyat dan meminta agar pembangunan infrastruktur tidak mengorbankan kepentingan masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/H)









