TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Jajaran Bhayangkari Polres Barito Timur menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Paju Epat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai bagian dari program ketahanan pangan Polres Barito Timur.

Dua komoditas hortikultura yakni labu putih dan jagung manis mulai dikembangkan dengan sistem pendampingan langsung dari penyuluh pertanian di lahan ketahanan pangan yang terletak di belakang Mapolres Barito Timur.

Koordinator BPP Paju Epat, Lukmanul Chakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor yang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pekarangan serta mendukung ketahanan pangan lokal. 

“Kami dari BPP Paju Epat melakukan pendampingan teknis kepada jajaran Bhayangkari Polres Barito Timur dalam pengelolaan lahan, mulai dari pemilihan benih, pola tanam, hingga perawatan,” ungkapnya, Jumat, 11 April 2025.

Menurut Lukmanul, tanaman labu putih dan jagung manis dipilih karena selain untuk memenuhi kebutuhan sayuran keluarga anggota Polri, juga memiliki nilai ekonomis yang cukup baik dan potensi pasarnya menjanjikan. 

“Harga labu putih saat ini berkisar antara Rp7.000 hingga Rp14.000 per kilogram, sedangkan jagung manis dihargai sekitar Rp2.000 per buah. Permintaan di wilayah Kelurahan Tamiang Layang masih cukup tinggi, sehingga peluang pemasaran sangat terbuka,” ujarnya.

Lukmanul menambahkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan semacam ini bisa menjadi contoh konkret bagi masyarakat dalam menghadapi ancaman krisis pangan. Selain meningkatkan ketersediaan pangan sehat, kegiatan tersebut juga mendorong keterlibatan perempuan melalui organisasi Bhayangkari.

“Kolaborasi ini bukan hanya soal bertanam, tapi juga bagian dari edukasi dan pemberdayaan. Kami berharap semangat ketahanan pangan ini bisa ditiru oleh masyarakat di lingkungan sekitar,” kata Lukmanul.

Dengan model pendampingan intensif dan sistem budidaya yang sederhana namun tepat guna, program ini diharapkan bisa menjadi embrio bagi pengembangan urban farming yang lebih luas di wilayah Barito Timur. Ke depan, BPP Paju Epat berencana memperluas cakupan pendampingan ke institusi dan kelompok masyarakat lainnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)