BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP menjadi indikator penting bagi kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak di Kalimantan Tengah.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, NTUP mencerminkan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani atau It dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM.
Nilai tersebut menunjukkan dampak perubahan harga terhadap kemampuan konsumsi rumah tangga produsen.
"Pada Maret 2025, NTUP di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan signifikan sebesar 1,48 persen dibandingkan Februari 2025," kata Agnes pada Sabtu, 12 April 2025.
Peningkatan ini membawa angka NTUP dari 137,99 menjadi 140,03, menunjukkan kenaikan pendapatan petani lebih besar dibandingkan dengan kenaikan biaya produksi mereka.
Indeks yang diterima atau It naik sebesar 1,63 persen, sementara indeks BPPBM hanya meningkat sebesar 0,15 persen.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa kenaikan NTUP merupakan kabar positif bagi petani di daerah tersebut.
"Ini menandakan bahwa petani memiliki daya beli yang lebih baik terhadap kebutuhan konsumsi rumah tangga mereka, meski biaya produksi juga mengalami kenaikan," ujarnya.
Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pertanian di wilayah tersebut.
Berdasarkan subsektor, Tanaman Perkebunan Rakyat menjadi penyumbang terbesar NTUP di Kalimantan Tengah pada bulan Maret 2025, dengan nilai mencapai 168,62.
"Disusul oleh subsektor Hortikultura dengan nilai 122,93, kemudian Tanaman Pangan 102,16, Perikanan 102,10, dan terakhir Peternakan dengan nilai NTUP 101,53. Hal ini menunjukkan kontribusi dominan sektor perkebunan rakyat dalam perekonomian daerah," jelasnya.
Agnes juga menyoroti perbedaan nilai antar subsektor yang mencerminkan kondisi unik masing-masing sektor. Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat, dengan NTUP tertinggi, memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian petani.
"Subsektor ini jelas memiliki potensi yang signifikan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pertanian," tambahnya.
Dalam konteks yang lebih luas, kenaikan NTUP menjadi langkah awal untuk merumuskan kebijakan yang lebih terarah dalam meningkatkan taraf hidup petani. Agnes Widiastuti mengajak semua pihak untuk terus mendukung sektor pertanian melalui berbagai program strategis, demi mencapai kesejahteraan yang lebih merata.(TESTI PRISCILLA/R)









